Minggu, 30 Oktober 2011

Menghafal Tabel Periodik Unsur, Siapa Takut ??


Kalau sahabat kimia belajar kimia, pasti sahabat kimia selalu bertemu dengan unsur-unsur kimia. Hal ini dikarenakan salah satu fokus dari ilmu kimia adalah mengamati sifat-sifat dari unsur-usur kimia tersebut. Sekarang, jumlah unsur kimia telah mencapai 118 unsur dengan unsur yang paling baru di temukan adalah Copernicium dan mungkin akan ditemukan unsur baru lainnya di tahun yang akan datang. Ini menjadi motivasi untuk semua sahabat kimia, tidak menutup kemungkinan ada di antara sahabat kimia yang bisa menemukan unsur kimia yang baru tersebut. Amin.
Di sisi lain, semakin banyak unsur-unsur kimia yang ada, dapat menjadi salah satu kesulitan dalam menghafalkannya. Untuk itulah diperlukan cara yang mudah untuk menghafalkan unsur-unsur kimia tersebut. Salah satu cara yang bisa digunakan adalah dengan membuat jembatan keledai dari nama-nama unsur tersebut.
Mungkin ada diantara sahabat kimia masih ada yang belum mengetahui apa itu jemabatan keledai. Jemabtan keledai adalah salah satu teknik yang memudahkan sahabat kimia dalam menghafal. Jembatan keledai dibuat dengan menambahkan kata atau suku kata pada susunan kata yang ingin dihafal sehingga terbentuk kalimat yang unik dan mudah diingat. Jembatan keledai dapat digunakan untuk mengingat daftar yang panjang dan sulit diingat jika hanya mengandalkan ingatan alami.
Contohnya adalah kalimat HerLiNa Kawin Robin Cs Frustasi (kasian). Jika dicermati itu sebenarnya adalah versi jembatan keledai dari urutan unsur-unsur Hidrogen, Litium, Kalium, dan sebagainya (unsur kimia golongan IA) dalam tabel periodik, yang bisa juga dibuat menjadi HeLiNa Karo Robi Cs Fren. Untuk Golongan II A, Beta Memang Calon Sri Baginda Raja (Be Mg Ca Sr Ba Ra) atau  Beli Mangga Cari Srikaya Bawa Rambutan (wah, salah beli tu). Untuk Golongan III A, Bulu Alis Gadis Indah Terlihat (B, Al, Ga, In dan Tl). Golongan IV A, Cara Si Genit Senangkan Pelanggan baru (C, Si, Ge, Sn, Pb). Golongan VA, Nyontek Paling Asik Sambil Bisik-bisik (N, P, As, Sb, Bi) (kebiasaan yang tidak baik ni). Golongan VI A, Orang Suka Serem Teringat Pocong (O, S, Se, Te dan Po) (serem). Golongan VII A, Fuji Color Berwarna Item Amat (F Cl Br I At) dan Golongan VIII A, Heboh, Negara, Arab, Karena Xerangan Ranjau (HeNeAr KriXeRn). Ada banyak contoh lain untuk mengingat unsur-unsur kimia dalam satu golongan di sistem periodik, seperti Cumi Hangus Agak Pait Au (Cu Hg Ag Pt Au).
Meski tidak sepenuhnya benar, namun di masyarakat, seseorang dianggap ahli ketika mampu menghafal sesuatu. Sahabat kimia juga dapat berkreasi membuat singkatan-singkatan yang sesuai dengan kemauan, terserah mau menggunakan bahasa daerah atau bahasa yang hanya di mengerti oleh sahabat kimia sendiri. Nah dengan teknik belajar Jembatan Keledai ini, menghafal dapat dilakukan lebih mudah dan efektif. Metode ini juga bisa digunakan untuk pelajaran lainnya. Selamat mencoba, semoga bermanfaat. Jadi menghafal tabel periodik, siapa takut?
Penulis : Kurniawan Widodo (Guru SMKN 2 Pontianak), Hamdil Mukhlishin (Laboran SMAN 3 Pontianak)

Minggu, 18 September 2011

ZAT ADITIF MAKANAN



Dalam merayakan hari raya, tentu saja kita tidak lepas dengan mengkonsumsi makanan. Makanan yang kita santap setiap hari kadang mengandung zat tambahan yang disebut zat aditif makanan. Penambahan zat ini umumnya di kalangan industri makanan sangat diperlukan agar makanan lebih lezat dan menarik.  Disamping zat aditif yang memang perlu ditambahkan untuk meningkatkan nilai gizi makanan, biasanya lebih banyak lagi zat aditif yang tidak mengandung nilai gizi. Beberapa zat aditif berfungsi sebagai zat pewarna, zat penyedap, zat pemanis, zat pengharum, zat pengawet dan anti oksidan.

Zat pewarna dimaksudkan untuk membuat makanan lebih menarik sehingga diharapkan nafsu makan bertambah dan dari segi bisnis makanan makin laris.  Zat pewarna yang diperoleh dari bahan nabati (tumbuhan) umumnya tidak menimbulkan efek samping, misalnya warna merah dari tomat, kuning dari kunyit, oranye dari wortel, hijau dari daun pandan dan lain sebagainya. Ada juga zat pewarna yang berfungsi sebagai vitamin tambahan, misalnya β-karoten dari wortel yang dipakai untuk mewarnai mentega atau margarin. Tubuh kita akan mengubah β-karoten menjadi vitamin A. Akan tetapi kebanyakan zat pewarna hanya berfungsi sebagai estetika dan tidak mengandung nilai gizi.

Dalam bidang industri, kini banyak dipakai zat pewarna sintetik, karena zat pewarna alami mudah memudar dan kurang cemerlang warnanya. Contoh zat pewarna sintetik adalah coklat HT (coklat) digunakan untuk minuman ringan dan makanan cair. Kadang-kadang terjadi kasus kesalahan pemakaian zat pewarna, misalnya produk makanan menggunakan bahan pewarna tekstil. Hal itu sangat berbahaya, karena pewarna tektil dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi manusia.

Zat penyedap makanan yang banyak digunakan adalah natrium glutamat atau MSG (monosodium glutamate), yang dalam bahasa sehari-hari di sebut vetsin. Mengkonsusmsi MSG secara berlebihan  dapat menimbulkan sakit kepala, sesak napas dan mudah letih jka dikonsumsi secara berlebihan. Gejala ini sering disebut “ sindrom restaurant Cina”.

Untuk mencegah kegemukan, kini banya dipakai zat pemanis yang tidak berkalori sebagai pengganti gula. Gula pemanis yang paling banyak digunakan dalam makanan dan obat-obatan adalah sakarin yang manisnya 500 kali gula dan natrium siklamat yang manisnya 50 kali gula. Namun, di amerika Serikat, badan FDA (Food and Drug Administration) telah melarang penggunaan natrium siklamat yang dicurigai sebagai penyebab kanker. Pada makanan berupa permen, diantaranya memakai sorbitol, yaitu suatu senyawa polihidroksi yang mengandung kalori sama dengan gula. Dibandingkan gula, keunggulannya adalah tidak terurai dalam mulut sehingga tidak merusak gigi. Akan tetapi, pemakaian sorbitol yang terlalu banyak dapat menimbulkan diare.

Zat pengharum pada makanan umumnya merupakan senyawa ester yang memberikan aroma buah, seperti amil asetat (pisang), amil valerat (apel), etil butirat (nanas), butil propionat (rum) dan propil asetat (pear). Diantara zat aditif pada makanan, zat pangharum relatif tidaka memberikan efek samping yang merugikan.

Penambahan zat pengawet pada makanan bertujuan untuk menghambat pertumbuhan jamur atau bakteri serta untuk memperlambat oksidasi yang dapat merusak makanan. Makanan produk industri yang mangandung banyak minyak tumbuhan dan lemak hewan sangat perlu ditambahi zat pengawet. Beberapa contoh bahan pengawet dan penggunaannya antara lain asam banzoat untuk minuman ringan, kecap, dan saus. Natrium benzoat (NaNO3) untuk daging olahan dan keju.   Natrium nitrit (NaNO2) untuk daging olahan, daging awetan dan kornet, serta asam propionat untuk roti dan sediaan keju olahan.

Anti oksidan adalah senyawa yang relatif mudah teroksidasi. Oleh karena itu, penggunaannya dapat mencegah atau menghambat oksidasi bahan yang akan dilindungi. Beberapa contoh anti oksidan adalah asam askorbat, digunakan pada daging olahan , kaldu dan buah kalengan. Butilhidroksianisol (BHA) digunakan untuk mencegah ketengikan lemak dan minyak goreng.

Perlu kita pahami bahwa zat aditif makanan, terutama zat aditif sintetik (bukan alami), merupakan zat asing bagi tubuh kita. Penggunaan yang berlebihan akan menimbulkan akibat yang kurang baik. Biasakanlah mengkonsusmsi makanan yang tidak mengandung zat aditif sintetik, serta  minum air putih minimal 8 gelas (sekitar 2 liter) setiap hari,  agar dapat membantu membuang zat toksin. Air membantu mengeluarkan racun lewat kulit, ginjal, juga keringat. Air melarutkan zat-zat kimia dalam darah, membersihkan darah, membantu pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh. Kekurangan air akan mengakibatkan darah lengket dan kental, menyumbat dan meracuni sistem di dalam tubuh.  Selamat merayakan Idul Fitri...

Sabtu, 20 Agustus 2011

Proses Biokimia Dalam Tubuh Orang Yang Berpuasa


Di bulan Ramadhan ini, umat Islam diwajibkan melaksanakan puasa. Ibadah puasa di bulan Ramadhan diyakini dapat merubah perilaku, pemikiran dan fisik orang yang melakukannya. Puasa merupakan aktivitas keseharian yang bukan saja dilakukan oleh umat Islam, tetapi juga banyak para pemikir dan pemimpin di dunia juga telah melaksanakan puasa, walaupun dalam aturan yang berbeda dengan umat Islam. Kewajiban berpuasa yang dilakukan dalam satu bulan dengan setiap harinya menahan haus dan lapar serta nafsu dan hal-hal lain yang membatalkan puasa mulai dari waktu subuh sampai waktu maghrib, memang  mengandung banyak manfaat kebaikan  bagi manusia yang akan kita kaji bersama dalam tulisan ini, terutama ditinjau dari aspek biokimia.
      
     Menurut LPPOM MUI (2010), puasa dapat meningkatkan daya tahan tubuh serta meremajakan tubuh dari sel-sel yang telah mati. Secara biokimia sel yang ada dalam tubuh kita dilihat dari segi reproduksinya terbagi dua, yaitu meosis dan mitosis. Meosis terjadi pada sel reproduksi 1 sel membelah jadi 4, sedangkan Mitosis terjadi untuk berbagai jenis sel dari ujung rambut ujung kaki dengan proses pembelahan sel 1 menjadi 2, 2 jadi 4 dan seterusnya. Karena jumlah sel dalam tubuh kita miliaran maka adanya kerusakan sel dalam tubuh dan perlunya penggantian suku cadang.

     Tetapi, proses pembelahan sel tidak selalu berjalan mulus dan teratur karena banyaknya gangguan. Ternyata dengan berpuasa kondisi ini bisa dicegah. Selama kondisi berpuasa tubuh kita memerlukan banyak energi, tetapi karena tidak makan dan minum maka sumber energi yang dipakai berasal dari glikogen di dalam hati, juga lapisan lemak di belakang kulit kita. Dengan banyaknya pemakaian cadangan energi dalam tubuh menyebabkan proses pembelahan sel berjalan serentak dan banyak.
     
     Namun proses ini pun masih dapat terganggu apabila energi cadangan ini untuk keperluan lain, misalnya marah-marah. Karena energi untuk pembelahan sel dimanfaatkan untuk melampiaskan hawa nafsu. Ini salah satu hikmah mengapa selama berpuasa kita harus menahan marah.

     Proses penggantian sel ini juga membutuhkan waktu, lamanya penggantian suku cadang secara menyeluruh dari ujung rambut ke ujung kaki sekitar 30 hari. Ini juga hikmah lain mengapa berpuasa dijalankan selama satu bulan gunanya memberikan waktu yang cukup bagi terjadinya regenerasi sel secara sempurna. Dengan satu bulan penuh  menunaikan berpuasa Ramadhan dengan benar dan baik, jika secara ruhani Allah menjanjikan dosa akan terampuni, selain itu juga secara fisik kita melakukan peremajaan sel dalam tubuh kita.

    Dalam Kumpulan Perubatan Elektronik Cawangan Kuala Terengganu (2011) menyatakan bahwaDr. Muhammad Munid dan kawan-kawan dari Turki juga melakukan sebuah penelitian terhadap seratus responden orang Islam yang berpuasa. Sampel darah mereka diambil sebelum dan diakhir bulan Ramadhan, untuk dilakukan analisis dan pengukuran terhadap kandungan protein, total lemak (total lipid), lemak fosfat, asam lemak bebas, kolesterol, albumin, globulin, gula darah, tryglycerol, dan unsur-unsur pembentuk darah lainnya. Hasilnya adalah telah  terjadi penurunan umum pada kadar gula (glukosa) dan tryacyglicerol orang yang berpuasa, terjadinya penurunan parsial dan ringan pada berat badan, tidak terlihat adanya aseton dalam urin, baik dalam awal maupun akhir puasa, sebab sebelum puasa Ramadhan, kenyataan ini menegaskan tidak adanya pembentukan zat-zat keton yang berbahaya bagi tubuh selama bulan Ramadhan. Dengan berpuasa, glikogen dalam tubuh mengalami peremajaan, memompa gerakan lemak yang tersimpan, sehingga menghasilkan energi yang lebih meningkat. Selamat berpuasa....

Kamis, 21 Juli 2011

Indonesia Yang Kudambakan


oleh: Kurniawan Widodo
(Juara 2 Lomba Puisi Lama tingkat Guru se Kalbar
yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Kalbar 2010)

Negeri kita negeri Indonesia
Sebuah negeri yang aman sentosa
Rakyatnya makmur dan sejahtera
Generasi cerdas berakhlak mulia

Pemimpin negeri hidup bersahaja
Memberi contoh dan teladan mulia
Memimpin dengan adil dan bijaksana
Senantiasa beribadah syukur pada-Nya

Tentara Indonesia sangat berwibawa
Profesional menjaga wilayah bangsa
Aman dan tertib senantiasa terjaga
Agar pembangunan tetap terlaksana

Indonesia negeri yang mendapat anugrah
Rakyatnya rajin berdoa dan beribadah
Memohon petunjuk rahmat dan berkah
Pada Allah Yang Maha Pemurah

Aturan hukum semua ditegakkan
Yang mentaati mendapatkan pujian
Setiap pelanggaran diberi hukuman
Tidak berbeda keluarga ataupun kawan

Pendidikan bentuk karakter bangsa
Membangun generasi berakhlak mulia
Semangat belajar meraih cita
Menghasilkan teknologi tepat guna

Pengangguran bukan lagi masanya
Perekonomian tumbuh merata
Tiada kelaparan di mana-mana
Sandang pangan dan papan semua ada

Tanah pertanian  yang luas dan subur
Hasil melimpah tiada terukur
Rakyat bahagia hidupnya makmur
Berakhlak baik tanda bersyukur

Negeri Indonesia negeri yang maju
Menggunakan alat dan teknologi terpadu
Olah pikir rakyatnya bersatu padu
Hadapi kesusahan, saling membantu

Rakyat Indonesia sehat jasmani
Semua bayi diimunisasi
Lingkungan bersih  sepanjang hari
Selalu menyantap makanan bergizi

Wanita Indonesia sangatlah mulia
Menuntut ilmu setinggi-tingginya
Mendidik anak dan keluarganya
Menjaga diri dan kehormatannya

Hutan Indonesia sangatlah kaya
Beranekaragam flora dan fauna
Senantisa terjaga dan terpelihara
Tetap menjadi paru paru dunia

Indonesia negeri yang Indah
Semua pemandangan adalah anugrah
Indahnya gunung pantai dan lembah
Saat memandang hilangkan gundah

Pemuda Indonesia sangat terpuji
Ilmu pengetahuan selalu dikaji
Menyaring informasi mendidik diri
Mengendalikan emosi berbudi pekerti

Itulah harapan kita semua
Negeri Indonesia semakin jaya
Mari berdoa dan berusaha
Agar segera menjadi nyata

Membangun Generasi Anti Korupsi

        Sesuatu yang sangat membuat kita sangat prihatin, karena akhir-akhir ini kita sering mendengar bahwa negara kita disebut dengan negara koruptor. Hal ini dikarenakan semakin maraknya kasus korupsi yang terungkap di negara kita. Tentu saja ini merupakan tugas dari para pendidik agar nantinya bisa mencetak generasi muda yang anti korupsi.

       UU RI No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
       Dalam kurikulum pendidikan kita, semua mata pelajaran di sekolah berperan dalam menghasilkan siswa yang berakhlak mulia. Jika tujuan pendidikan tersebut bisa terwujud, maka generasi anti korupsi tentu saja akan terwujud dan negara kita akan bebas dari korupsi.
Pendidikan yang melahirkan generasi yang anti korupsi tidaklah mudah, namun bukan hal tersebut mustahil. Kita sering mendengar prinsip Learning by doing dalam pendidikan, yaitu bentuk pembelajaran dengan melatih siswa mengaplikasikan isi mata pelajarannya.

B.S.Wibowo (2009) dalam bukunya yang berjudul ”Manajemen Pengembangan Aset Manusia Untuk Masa Depan Bangsa” menyatakan bahwa keunggulan SDM terletak pada kekuatan spiritual, emosional, intelektual, fisik, manajemen diri dan kekuatan sosial (keluarga, tim). Untuk itu disarankan untuk berlatih mengolah perasaan berpikir positif, menggunakan kata-kata positif, menggunakan kata-kata positif, berlaku positif, maka latihan itu akan merubah hasil positif.

Pendidikan yang efektif adalah yang dapat membentuk karakter, bukan hanya kepribadian. Pendidikan dilakukan agar efektif menyentuh hati, pikiran dan perbuatannya. Dalam membangun generasi yang anti korupsi, pendidikan seharusnya menekan pembentukan sifat-sifat berikut ini kepada siswa:

1. Jujur
Pendidikan seharusnya menganjurkan berlaku jujur bagi setiap orang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Nabi Muhammad SAW menegaskan, "Berlaku jujurlah, karena sesungguhnya kejujuran itu menuntun kepada kebaikan, dan sesungguhnya kejujuran itu menuntun ke surga. Dan jauhilah dusta, karena dusta itu menyeret kepada dosa dan kemungkaran, dan sesungguhnya dosa itu menuntun ke neraka." (HR Bukhari). Siswa diberikan pemahaman bahwa dengan kejujuran, akan meningkatkan kepercayaan diri dalam kehidupannya. Sifat jujur juga akan membuat hidup penuh berkah, dipercaya banyak orang sehingga membuat masa depan cerah.
Nilai-nilai kejujuran tersebut dapat dipraktekan dengan membangun sebuah warung kejujuran di sekolah yang bersangkutan. Warung kejujuran adalah sebuah warung yang dikelola oleh siswa, dimana tidak ada penunggu warungnya. Semua transaksi berjalan tanpa pengawasan, hanya berbekal kejujuran. Warung ini akan melatih kejujuran, sebuah nilai kehidupan yang menjadi cikal bakal hidup terbebas dari korupsi. Contoh lainnya adalah melakukan pemahaman kepada siswa untuk tidak menyontek. Gerakan Anti Menyontek yang baru-baru ini juga dilakukan sangat baik dalam mendukung terbentuknya generasi anti korupsi. Siswa dididik agar senantiasa bangga dengan hasil pekerjaan sendiri, walaupun mendapat nilai rendah, daripada mendapatkan nilai tinggi, tetapi hasil dari menyontek. Kasus akhir-akhir ini yang membuat kita prihatin adalah menyontek sekarang tidak hanya dilakukan oleh mereka yang berstatus siswa, tetapi juga mahasiswa yang akan menyusun Disertasi S-3, guna mendapatkan gelar Doktor.

2. Proaktif
Stephen R. Covey (1989) dalam bukunya yang terkenal “The Seven Habits of Highly Effective People” menyatakan bahwa kebiasaan pertama yang sangat efektif mengantarkan orang pada kesuksesan adalah Be Proactive (bersikap proaktif). Sikap proaktif bisa diartikan dengan sikap yang tidak mudah dikendalikan dengan keadaan, namun senantiasa berusaha bisa mengendalikan keadaan dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif dan selalu mengembangkan potensi diri.
Sikap Proaktif meyakini bahwa rintangan itu bukanlah hambatan. Rumusnya adalah rintangan merupakan tantangan yang pasti memiliki solusi. Proaktif membentuk rule of the game, bukannya mengikuti rule tersebut. Proaktif mendobrak sistem yang kaku dan sudah tidak sesuai lagi. Karena kita menyadari bakwa korupsi sepertinya sudah menjad budaya di negara kita. Maka siswa di beri penjelasan bahwa nantinya ketika mereka sudah memasuki dunia kerja, maka mereka harus melakukan perubahan kebiasaan buruk termasuk korupsi pada lingkungan kerjanya. Kebanyakan orang melakukan korupsi adalah karena mudah menyerah dengan keadaan , ataupun dipaksa melakukannya oleh atasannya. Mereka ingin mendapatkan kekayaan yang melimpah tanpa kerja keras. Ini artinya sikap proaktif memang sangat perlu dikembangkan oleh para siswa.
Sikap proaktif ini bisa ditumbuhkan dengan menganjurkan siswa aktif dalam kegiatan ekstra kurikuler (ekskul). Manfaat, fungsi dan tujuan diadakannya kegiatan ekskul baik di sekolah adalah sebagai wadah penyaluran hobi, minat dan bakat para siswa secara positif yang dapat mengasah kemampuan, daya kreativitas, jiwa sportivitas, meningkatkan rasa percaya diri, dan lain sebagainya. Siswa diajarkan untuk dapat berorganisasi, berkreativitas untuk merencanakan kegiatan termasuk menyusun anggaran kegiatan dan membuat laporannya. Jika kegiatan ekskul ini mereka lakukan secara baik dalam menumbuhkan sifat anti korupsi.

3. Bersyukur dan Berkasih sayang terhadap sesama.
Salah satu penyebab orang melakukan korupsi adalah tidak mau mensyukuri nikmat yang telah diberikan ALLAH SWT, selalu merasa kurang, sehingga ingin mendapatkan kekayaan dengan cara apapun dan selalu mementingkan diriya sendiri. Ust. Harjani Hefni (2008) dalam bukunya “The 7 Islamic Daily Habits” menyatakan bahwa dua dari tujuh aktivitas (kebiasaan) Islami sehari-hari, menuju pribadi sukses dunia akhirat yang diambil dari surat Al-Fatihah yaitu bersyukur atas segala nikmat yang diterima, dan berfikir positif terhadap Allah serta berkasih sayang terhadap sesama,
Siswa diberi pemahaman bahwa tidak ada kesuksesan bagi orang yang tidak mau bersyukur. Siswa dapat mengembangkan perasaaan senantiasa bersyukur dengan melakukan kegiatan bakti sosial dan penggalangan dana terhadap musibah yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Menjenguk kawannya yang sakit, ataupun yang tertimpa musibah. Bagi siswa tingkat akhir di SMP ataupun SMA/SMK dianjurkan untuk menyumbangkan baju seragam kepada adik kelas ataupun siswa di tempat lain yang membutuhkan, tidak di coret-coret pada saat pengumuman kelulusan.
Selain itu, siswa juga dididik bahwa mempunyai harta yang halal atau bebas dari korupsi merupakan syarat diterimanya do’a. Berdo’a menjadi kebutuhan setiap manusia, karena setiap orang mempunyai kemapuan yang terbatas dalam menghadapi hidup ini. Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik. Dia memerintahkan kepada para Rasul. Dia berfirman, “Hai para Rasul, makanlah makanan yang baik, dan kerjakanlah amal shalih.” (Al Mukminun:51). Allah juga berfirman,” Wahai orang-orang yang beriman, makanlah kalian dari makanan yang baik-baik yang kami rezekikan kepada kalian .” (Al Baqaroh: 172). Lalu Rasulullah bercerita tentang seorang laki-laki yang menempuh perjalanan jauh, hingga rambutnya kusut dan kotor. Ia menadahkan kedua tangannya ke langit (seraya berdo’a),”Ya Rabb, ya Rabb,” sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan ia kenyang dengan barang haram. Bagaimana mungkin do’anya dikabulkan?.” (H.R Muslim)

Tentu saja kita menyadari bahwa membangun generasi yang baik merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya sekolah (guru dan kurikulum). Karena siswa selain berada di sekolah, jauh lebih banyak waktunya berada di rumah dan lingkungan sekitarnya. Berikanlah mereka tayangan di media massa baik cetak maupun elektronik sebuah tayangan berkualitas, menampilkan tema kejujuran dan kesyukuran. Dengan demikian, diharapkan akan lahir generasi tanpa korupsi sehingga dimasa yang akan datang akan tercipta Indonesia yang bebas dari korupsi. Semoga.

Oleh: Kurniawan Widodo (Guru SMK Negeri 2 Pontianak)

Tips Mengatasi Kesulitan Mengajarkan Materi Stoikiometri pada Siswa


Dalam ilmu kimia, stoikiometri (kadang disebut stoikiometri reaksi untuk membedakannya dari stoikiometri komposisi) adalah ilmu yang mempelajari dan menghitung hubungan kuantitatif dari reaktan dan produk dalam reaksi kimia (persamaan kimia). Kata ini berasal dari bahasa Yunani stoikheion (elemen) dan metriā (ukuran).(Wikipedia, 2010).

Stoikiometri merupakan salah satu konsep utama dan paling penting dalam kimia, hal ini dikarenakan aplikasi konsep-konsepnya yang dipakai di hampir seluruh konsep kimia lainnya sehingga perlu mendapat perhatian lebih dari para guru kimia. Jika siswa sama sekali tidak paham akan konsep ini, maka dapat dipastikan konsep-konsep kimia lainnya akan sulit untuk diikuti. Misalnya, saat mempelajari konsep asam basa, siswa dituntut menggunakan konsep molaritas dalam operasi perhitungannya, dan konsep molaritas tersebut tak lain dan tak bukan adalah perpanjangan dari konsep mol pada stoikiometri.

Dengan beragamnya kendala yang haris dihadapi guru, haruslah dipersiapkan upaya antisipasi agar proses penyampaian materi dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Guru diharapkan dapat mencari celah dengan menggali segenap potensinya untuk menemukan tips, cara, strategi, atau metode mengajar yang jitu sehingga materi stoikiometri yang dikenal lebih sulit ketimbang materi kimia lainnya dapat diterima dan dimengerti oleh anak didiknya. Siswa juga dituntut untuk dapat kreatif dan tidak menyerah saat perhitungan yang dihadapinya cukup rumit dan sulit.

Bakhrudin Latief (2010) memberikan beberapa tips bagaimana mengatasi kesulitan dalam mengajarakan materi stoikiometri bagi guru:

1. Senantiasa meningkatkan kemampuan diri, baik pemahaman akan materi yang akan diajarkan (intelektual) maupun kecakapan dalam penyampaian materi pada siswa (paedagogik).

2. Mencari strategi dan metode yang tepat dalam mengajar sehingga materi dapat dengan mudah diterima oleh siswa.

3. Menyusun rencana pengajaran atau silabus sejak awal agar dapat diketahui kapan waktu dia mengajarkan materi stoikiometri sehingga dapat mempersiapkan jauh-jauh hari.

4. Menciptakan kelas yang kreatif, tidak membosankan dan menyenangkan guna merangsang siswa agar semangat belajar.

5. Melakukan inovasi atau terobosan-terobosan dalam mengajar seperti belajar di luar kelas, kunjungan ke perpustakaan, dll.

6. Memvariasikan cara belajar antara teori, praktik, games, quiz, dan ujian agar siswa tidak jenih dan selalu dikejutkan.

7. Membuat pemodelan dalam mengajarkan konsep stoikiometri yang abstrak dengan cara membuat model animasi.

8. Mancari waktu yang tepat dalam mengajar atau sebisa mungkin meminta waktu mengajar pada pagi hari ke bagian kurikulum dengan alasan pada pagi hari siswa lebih semangat dan lebih mudah dalama mencerna pelajaran. Juga dalam mengajarkan konsep stoikiometri yang luas dan mendalam, guru hendaknya membuat alokasi waktu yang cukup untuk menjelaskan point-point yang penting dalam stoikiometri di setiap pertemuan yang ada hubungannya dengan materi stoikiometri.

9. Memberikan motivasi juga stimulus pada siswa agar selalu bersemangat dalam belajar walaupun pelajaran kimia bukan pelajaran favoritnya atau program IPA bukan cita-citanya, dan menyadarkan bahwa ilmu yang mereka pelajari adalah untuk diri meraka sendiri.

10. Menjadi pribadi yang menyenangkan, tidak mencitrakan guru IPA yang judes, galak atau killer. Bila siswa sudah jatuh hati pada kepribadian gurunya, maka akan berbanding lurus pada pelajaran yang diajarkannya (minimal siswa akan bersedia menyimak uraian gurunya).

11. Mengefektifkan kesempatan belajar di laboratorium. Misalnya dengan memberikan pelatihan terlebih dahulu kepada beberapa siswa yang bisa dipercaya dari tiap kelompok agar mereka dapat meringankan tugas guru untuk menjelaskan prosedur percobaan pada teman-teman yang lain.

12. Membentuk kelompok belajar yang dengan itu para siswa akan dapat dengan bebas bertanya dan berdiskusi dengan sesama temannya. Tiap kelompok disisipi siswa yang dianggap mempunyai kelebihan dari segi pengetahuan sehingga bisa mengarahkan rekan-rekannya. Juga memfasilitasi siswa bila ada yang ingin bertanya padanya di luar jam sekolah.

13. Membuat analogi-analogi yang relevan dengan materi stoikiometri yang akan disampaikan. Misalnya ketika akan membahas tentang konsep mol, guru dapat mengambil cerita tentang bagaimana cara membuat kue di dapur. Ketika diperlukan sekian terigu dan sejumlah telur untuk membuat sebuah kue, dan pada praktiknya terdapat kelebihan terigu, maka siswa diharapkan mampu mengaitkannya dengan konsep peraksi pembatas. Bahwa bila pada suatu reaksi tidak tepat habis anatara pelarut dan zat terlarutnya, pasti akan ada yang bersisa dan bertindak menjadi pereaksi pembatas.

14. Kembali mengulas materi yang disampaikan pada pertemuan sebelumnya. Hal ini untuk membuat siswa teringat kembali dan memberikan gambaran pada siswa yang pada pertemuan sebelumnya tidak mengikuti pelajaran.

15. Memberikan latihan soal-soal stoikimetri secara bertahap ( step-by-step) dari soal yang mudah sampai ke soal yang rumit.

Nah, Mudah dan asyik, khan?!

Sabtu, 18 Juni 2011

Mengenal Unsur Kimia

Unsur merupakan zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana dengan reaksi kimia biasa. Dalam kehidupan sehari-hari kita mudah menjumpai dan mengenal unsur, terutama unsur logam seperti emas, perak, tembaga.

Nama unsur
Nama resmi dari unsur kimia ditentukan oleh organisasi International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC). Menurut IUPAC, nama unsur tidak diawali dengan huruf kapital, kecuali berada di awal kalimat.. Nama unsur yang kita kenal dalam bahasa Indonesia belum tentu sama dengan nama unsur baku yang ditetapkan oleh (IUPAC) yang kita kenal kadang-kadang berbeda, misalnya tembaga nama kimia yang menurut IUPAC adalah cuprum, demikian juga emas adalah aurum. Nama unsur bisa diambil dari nama tempat atau daerah seperti germanium (Jerman), polonium (Polandia), Fransium (Perancis), europium (Eropa), amerisium (Amerika), kalifornium (Kalifornia), stronsium (Strontia, Scotlandia). Nama-nama planet juga diabadikan sebagai nama unsur seperti: uranium (Uranus), plutonium (Pluto), dan neptunium (Neptunus).

Ilmuan yang berjasa didalam bidang kimia juga digunakan seperti: einstenium (Einstein), curium (Marie dan P Curie), nobelium (Alfred Nobel). Untuk beberapa unsur yang baru ditemukan, khususnya untuk unsur dengan nomor 104 keatas mempergunakan akar kata dari bilangan. nil = 0, un = 1, bi = 2, tri = 3 quad =4, pent = 5, hex = 6, sept = 7, okt = 8 dan enn = 9. Untuk lebih jelasnya kita ambil contoh untuk unsur dengan nomor 105 yaitu unnilpentium, yang berasal dari bilangan 1 : un, bilangan 0 : nil, dan lima : pent ditambah akhiran - ium, sehingga nama unsur tersebut adalah unilpentium (Unp).

Lambang Unsur
Sampai dengan awal abad ke -19 para ahli kimia memberikan lambang-lambang pada unsur berdasarkan bentuk gambar tertentu, seperti pada beberapa contoh dibawah ini:

Sudah tentu lambang-lambang ini tidak praktis dan sering membingungkan. Maka pada tahun 1813, seorang ahli kimia Swedia, Jons Jakob Berzelius (1779 – 1848) membuat unsur dari huruf-huruf abjad sehingga mudah diingat. Sebagai contoh, hidrogen, oksigen dan carbon masing-masing mempunyai lambang H, O dan C. Jika beberapa unsur memiliki nama dengan huruf awal yang sama, maka lambang unsur dinyatakan dengan dua huruf. Misalnya, tembaga (cuprum) mempunyai lambang Cu, sedangkan kalsium (calcium) mempunyai lambang Ca. Juga mangan mempunyai lambang Mn dan magnesium mempunyai lambang Mg. Huruf kedua haruslah huruf kecil. Contoh apa perbedaan CO dan Co? CO adalah senyawa yang terdiri dari unsur karbon dan oksigen, sedangkan Co adalah lambang unsur dari kobalt (cobalt).



Unsur alam dan buatan
Total unsur kimia saat ini adalah sebanyak 118 unsur, terdiri dari 90 unsur alam, mulai dari hidrogen (bernomor atom 1) sampai dengan uranium (bernomor atom 92), kecuali teknetium (bernomor atom 43 dan promethium (bernomor atom 61). Sisanya adalah unsur kimia buatan (sintetik). Unsur kimia sintetik didapatkan dari reaksi kimia inti. Unsur kimia sintetik mempunyai sifat tidak stabil dengan waktu paruh sangat singkat (dari hitungan milidetik sampai jutaan tahun) relatif terhadap umur bumi, sehingga tidak ada lagi atom dari unsur tersebut yang ada sekarang ini secara alami karena telah meluruh.